Minggu, 22 Juli 2012

Sejarah Spa

Posted by Ida BodySpa On 07.43

Kegiatan spa sudah ada sejak zaman dahulu kala, dan dilakukan secara turun-temurun. Air dipercaya sebagai media untuk perawatan kesehatan, kebersihan serta dipercaya memiliki kekuatan spiritual sebagai lambang keselamatan umat manusia. Hal ini dapat dibuktikan melalui sekilas cerita sejarah spa berikut.
Konon kekuatan air sudah dikenal dari abad ke-17. Pada zaman Galia, para serdadu memiliki kebiasaan menyiramkan air ke tubuh dan berendam diri setiap kali mereka selesai berperang. Pada zaman kegemilangan kerajaan Roma sekitar 3.000 tahun yang lalu, awalnya perawatan spa menggunakan pancuran air alami dengan tujuan terapi kesehatan serta kenikmatan berendam. Air tersebut bersumber dari pegunungan. Melalui terapi inilah para prajurit yang baru selesai berperang melakukan rileksasi. Ratu Cleopatra dari Mesir pun sudah melakukan perawatan kecantikan kulit sejak masih remaja sampai tumbuh menjadi ratu yang cantik jelita dengan mandi susu dan dipijat oleh dayang-dayang.
Berawal dari cerita sejarah inilah kegiatan perawatan kulit berkembang menjadi spa yang saat ini kita kenal. Spa pun mulai dibangun di mana-mana. Ada beberapa istana peristirahatan yang memiliki fasilitas spa mewah yang dibangun dan digunakan oleh kaum bangsawan Eropa. Spa tertua di Roma yang berusia ribuan tahun berada di Merano, Italia, hingga kini masih berdiri. Ini merupakan bukti bahwa penggunaan mata air sebagai terapi (hidroterapi) telah dilakukan semenjak ribuan tahun yang lalu.
Sementara kota Bath di Inggris memiliki Roman Baths, sebuah pusat spa yang sudah didirikan sejak ribuan tahun yang lalu. Konon pada abad ke-18 putra mahkota Raja Britania Ludhudibras, terkena penyakit lepra. Karena penyakit itu diaggap sebagai kutukan pembawa aib, maka sang pangeran diungsikan atau tepatnya dibuang dari kerajaan. Suatu hari di tempat pengasingan, secara tak sengaja sang pangeran menemukan sebuah sumber air panas dan ia menceburkan dirinya setiap hari untuk menenangkan diri. Tak disangka, sebuah keajaiban menimpa sang pangeran setelah bebeerapa bulan kemudian. Penyakit yang ia derita berangsur-angsur menjadi hilang. Maka ia kembali ke kerajaan dengan penuh suka cita dan disambut hangat oleh orangtua dan rakyatnya karena telah sembuh dari penyakit yang memalukan itu. Sebagai rasa terimakasih, sekaligus mengenang peristiwa penting tersebut, tempat sumber air panas itu diberi nama “Bath” yang artinya mandi berendam.
Bangsa Romawi yang menemukan kota Bath pada abad ke-18 mengembangkan kota ini selaras dengan cerita legenda tersebut. Sumber air panas diolah menjadi lebih berguna, tidak sekadar sebagai tempat pemandian dengan tujuan penyembuhan. Kota itu juga diangkat sebagai pusat kebudayaan. Tempat ini dibangun karena adanya sumber mata air panas yang dipercaya mampu mengobati berbagai penyakit kulit serta membuat rileks ketegangna otot. Tak heran jika tempat ini menjadi tujuan favorit para anggota kerajaan inggris. Apalagi letaknya pun sangat strategis di kelilingi pemandangan indah seperti pegunungan, kastil, dan gereja-gereja.

sumber : Jumarani, Louise. 2009. The Essence of Indonesian Spa : Spa Indonesia Gaya Jawa dan Bali. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.